MAKSIAT 20 TAHUN Juni 5, 2010
Posted by sentuhanbatin in Uncategorized.1 comment so far
Diriwayatkan, bahwa pada zaman Bani Isra’il, pernah ada seorang pemuda yang benar-benar taat ibadah selama 20 tahun, tetapi juga pernah melakukan maksiat selama 20 tahun.
Suatu ketika ia bercermin. Didapatilah bahwa dirinya kini sudah tua dengan uban dan jenggotnya yang mulai memutih. Ia kemudian mengeluh : “Tuhanku, aku telah mendurhakai-Mu selama 20 tahun, juga telah taat kepada-Mu selama 20 tahun. Kalau aku kembali keada-Mu, apa Engkau menerimaku?”.
Kemudian ia mendengar suara tanpa wujud, “Engkau mencintai-Ku, maka Aku pun mencintaimua, dan engkau masih Ku-beri kesempatan, bila engkau kembali kepada-Ku, Aku akan menerimamu!”.
Aham ed. 63, Muharram 1427
ORANG FASIK YANG MENJADI KEKASIH ALLAH Juni 5, 2010
Posted by sentuhanbatin in Uncategorized.add a comment
Pada jaman Nabi Musa AS hiduplah seorang dari kalangan Bani Isra’il yang fasik (gemar melakukan dosa). Si Fulan tersebut tak henti-hentinya melakukan kejahatan hingga ia ditakuti oleh masyarakat. Karena takut, masyarakat di sekitar pun tidak ada yang berani mencegahnya. Hingga mereka hanya pasrah seraya berdo’a kepada Allah SWT. Tidak berapa lama kemudian, turunlah Wahyu kepada NabiĀ Musa AS untuk mengusir lelaki fasik itu agar kejahatanya tidak menimpa penduduk sekitar.
Nabi Musa AS pun kemudian berhasil mengusir lelaki tersebut. Namun ia tidak kunjung pergi jauh. Ia hanya berpindahdari satu kelompok masyarakat satu ke kelompok masyarakat yang lain sambil menebar keonaran. Untuk kedua kalinya, Nabi Musa AS mengusirnya ke gurun pasir yang jauh dari manusia.
Di tempat yang tak berpenghuni; tiada makanan dan tumbuhan serta hewan, pemuda itupun sakit. Dia terjatuh dan kepalanya tersungkur di pasir. Lelaki itu merintih : “Andai ibuku, istriku, dan anak-anakku ada disini, pasti mereka merawatku, memintakan ampun atas dosa-dosaku. Ya Allah, Engkau telah memisahkan aku dengan keluargaku. Tapi Ya Allah, janganlah sekali-kali Engkau putuskan rahmat-Mu kepadaku. Meski Engkau telah membakar aku dengan kesedihan karena Enkau pisahkan aku dengan mereka, namun jangan bakar aku dengan api neraka-Mu atas kefasikan dan kedurhakaanku.”
Maka saat itu pula Allah mengampuni lelakai fasik tersebut. lalu Allah memerintah para bidadari yang menyerupai keluarganya agar mendatangi lelaki itu untuk membuat gembira hatinya menjelang kamatianya. Lelaki itupun akhirnya mati dengan tenang.
Kemudian Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa AS : “Pergilah ke padang pasir. Disana telah wafat seorang wali-Ku, maka uruslah pemakamanya”. Ketika Nabi Musa sampai di padang pasir tersebut, beliau terperanjat karena ternyata yang meninggal dunia dan yang dimaksud sebagai wali oleh Allah adalah seorang yang pernah diusirnya dahulu.
Nabi Musa berkata : “Wahai Allah, bukankah ini lelaki yang kuusir atas perintah-Mu ?”. Allah SWT berfirman : “Ini adalah rahmat-Ku atas rintihan dan taubatnya.”
Aham ed.60, Rajab 1462
MANTRA PENJERNIH HATI ! Mei 30, 2010
Posted by sentuhanbatin in Uncategorized.add a comment
“YAA SAYYIDI… YAA ROSUULALLOH”
baik lisan maupunĀ dalam hati dimanapun anda berada !
Insya Allah akan diberikan kejernihan hati dan dikabulkannya
segala macam hajat/ kebutuhan !
